Wednesday, December 16, 2015

0257

Aku ingin menyapamu
Sang Maha cinta
Yg lelah berkata
Cinta nya tak perlu balasan

Sebuah perasaan tak mampu
Yang berpeluk makian
Ditujukan untuk diri sendiri
Yang mundur terlebih dulu

Susah payah dicari kebahagiaan
Ternyata sembunyi dalam diam
Kita yang semakin merengkuh
Semakin hilang satu sama lain

Bernafas atas nama kepalsuan
Yg menghindar menjadi suatu tela'ah
Kebiasaan harus dilalui
Mempertahankan untuk melepaskan

Cintaku membuatkanmu luka
Menusuk akal pikiran
Terus saja mondar mandir
Dalam kekosongan yg selalu ramai

Maaf itu hanya kata, tak lebih
Segera aku menghilang
Dalam luasnya cintamu
Yang selalu membuat orang tenggelam

Sungguh kita perlu tertawa
Seka lah air pelupukmu
Aku tak tahan
Melihat kebodohan yg kupelihara

Kamu akan selalu aman
Di ucapan doa seorang pria
Yg tak pernah berusaha
Untuk mengukir huruf u di wajahmu

Ini lah aku
Seorang pria serba biasa
Yang mencintaimu
Dengan luar biasa nya

-Pria di Persimpangan, 2015






2148

Hari ini dia datang
Puisi yg telah tiada
Yang sengaja disimpan
Sebagai penutup surat

Diluar kubah dia berdiri
Menunggu seorang teman
Yang hendak dijumpa
Sebelum di perantauan

Gadis itu datang bersama rindu
Menyapa tak tau malu
Mengukir senyum lama
Diantara dua insan itu

Semua masih tetap sama
Pershabatan yg tak roboh
Meski dihujam jutaan sentuh cinta
Yg hampir saja melunturkan segala

Sampai kapan seperti ini
Rasa yg disimpan entah dimana
Kapan tercium aromanya
Tak ada yg tau bukan

—Pertemuan siang tadi, 2015

Sunday, December 13, 2015

2308

bohong itu perkara susah

lelah-lelah yg dikumpulkan jadi satu
lalu menangis tentu saja mudah
tersenyum setelahnya yg susah

cinta-cinta yg dikoleksi
lalu pura-pura dibuang lebih mudah
daripada dibicarakan secara perlahan

perpisahan-perpisahan yg akan datang
jauh lebih mudah dinanti
susah sekali tuk ditahan

semua ini perihal saya yg tak suka
berbohong dan dibohongi
dengan kebohongan manapun

sekarang saya merasa dibohongi
oleh seseorang
yg saya tak pernah bohong kepadanya

tempo hari dia berkata,
lepaskan,
saya lepaskan rindu saya
nyatanya,
ia tak ikut melepaskan

saya juga jadi belajar tentang sesuatu
ah!
dibohongi memang tak pernah tak sakit

tapi saya tau betul
bagaimana rasanya sekarat
saat saya membohongi diri saya sendiri

tidak lagi,
paling tidak,
saya bukan orang seperti kamu

—Perihal Dusta, 2015



Tuesday, December 8, 2015

2334

cinta itu tak lebih panjang dari mandara

bermula dari mangupura
bermuara ke semarapura

jauhnya gianyar
tak membuatku gentar

mengejar kintamani
yang selalu mengamini

aku pulang ke klungkung
mencari batang hidung

dalam hiruk pikuk legian
yg menggerogoti perasaan

apa aku akhiri saja,
di singaradja?

ataukah aku bertahan,
di tabanan?


—Dewata, 2015