ia melihat orang menyapu sisa-sisa cerita tadi malammembersihkan apa yg menurutnya kotor
serta mengotori apa saja yg masih bersih
terpantul lanskap terburuk dalam suatu babak hidup
tentang bagaimana pemantik membakar sampah-sampah di pikiran
padahal baginya terbakar adalah satu-satunya jalan untuk melarikan diri
namun nyatanya ia hanya menemukan kobaran lain yg jauh lebih besar
pagi pagi sekali ia pergi, membawa beban yg menurutnya membebani
tak peduli susah payah ia melangkah tanpa kendali
tiap yg ia temui hanya akan menyapa ingatan dan kemustahilan
singkat kata sapaan itu ia balas dengan tatapan mata yg nanar
karena cara terbaik untuk bertahan adalah berusaha menjadi delusional
banyak hal-hal yg dapat mengalihkan segala yang tidak terpikirkan
jika sekarang hal itu ada dan nyata maka bisa jadi itu berupa sebuah senyuman
—Belantara, 2017