Sunday, April 23, 2017

1751

aku percaya
ada sekian banyak perpisahan
yg berdoa untuk dipertemukan
baik di ruang tunggu penumpang
maupun di balik sujud seseorang
jikalau tangisnya pecah ketika berlari
itu berarti yg lain telah sampai disini

—Penangkap Hujan di Matamu, 2017

1730

aku percaya
ada beberapa manusia 
yg mahir dalam bersulap
mereka menciptakan apa
yg tak mampu dikatakan
pada suatu malam,
aku menyaksikannya 
terjatuh di garis semesta
menciptakan perasaan
yg hingga sekarang
belum sempat aku namakan
bagiku ini suatu hal yg baru
bahkan lebih hebat dari rindu

Penumpang dari Bulan, 2017

1709

aku percaya 
ada cerita yg enggan—
menuliskan dirinya sendiri
demi menolak ditakdirkan
sayangnya disaat bersamaan
kehidupan datang sebagai hidup 
yg tidak pernah kita harapkan
tidak pernah bekerja seperti itu
selalu dan tetap sebaliknya

Diktator Semesta, 2017

Tuesday, April 18, 2017

0222

sudah siap? 

baik, ini tempat untuk kembali pulang
ke pelukan yang lebih hangat
daripada kopi yg menyentuh penat
lalu tatapan mata paling damai
kala aktivitas di kepala tak kunjung usai

se sederhana itu, aku pulang

—Pertamaku Bersamamu, 2017

Sunday, April 16, 2017

0258

ia melihat orang menyapu sisa-sisa cerita tadi malam
membersihkan apa yg menurutnya kotor
serta mengotori apa saja yg masih bersih
terpantul lanskap terburuk dalam suatu babak hidup
tentang bagaimana pemantik membakar sampah-sampah di pikiran
padahal baginya terbakar adalah satu-satunya jalan untuk melarikan diri
namun nyatanya ia hanya menemukan kobaran lain yg jauh lebih besar

pagi pagi sekali ia pergi, membawa beban yg menurutnya membebani
tak peduli susah payah ia melangkah tanpa kendali
tiap yg ia temui hanya akan menyapa ingatan dan kemustahilan
singkat kata sapaan itu ia balas dengan tatapan mata yg nanar
karena cara terbaik untuk bertahan adalah berusaha menjadi delusional
banyak hal-hal yg dapat mengalihkan segala yang tidak terpikirkan
jika sekarang hal itu ada dan nyata maka bisa jadi itu berupa sebuah senyuman

—Belantara, 2017

Sunday, April 9, 2017

0532

/1/
pada Senin pagi
ku puisikan kamu
dalam bait-bait
berisi bualan basi
seperti janji mu
yang serupa ilusi

/2/
pada Senin sore
puisiku memilih mati
diatas narasi
ketimbang harus hidup
dalam imajinasi

Bersama, Kita Fiksi, 2017

0416

hari ini,
pada saat itu,
api membakar segala gelisah
matamu yg terbingkai kaca
berkaca mata atau berkaca kaca
rasa bersalah mu tertahan,
menyebut namaku kau enggan

apa yang kau pikirkan
ketika aku melintas sendirian
apa yang melintas di pikiran
ketika kau sendirian

Berdua Sendirian, 2017

Thursday, April 6, 2017

2117

kata-kata apa yang paling sore,
selain senja dan rindu
...
kamu dan ketidakmampuanku memilikimu

Soirée, 2017

Monday, April 3, 2017

0105

ketika bayangan mulai memanjang
ia memilih berlari bersama hangat ruang
meleburkan diri bersama senyum tadi
susah payah reinkarnasi setengah mati
ia bungkam menatap kebisuan
lagi lagi puisi jadi persinggahan
apa apa yang pernah dialami sekali
ia amini untuk tak pernah terjadi lagi
meski sempat dan selalu berpeluang
ia hanya diam di tempat berulang-ulang

—Inquiēt, 2017