dalam berbagai kesempatan, ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kembali kita rasakan
seperti makanan warung di kota asing yang tak pernah kau ingat alamatnya
perbincangan orang-orang menyenangkan di dalam angkot di suatu perjalanan
bahkan buku-buku yang hanya sekilas dibaca di rak yang paling enggan untuk dijamah
sekalinya ia makanan warung, perbincangan dan buku-buku itu. ia sesuatu yang tak akan pernah terulang
membuktikan bahwa segala yg sudah pernah dilalui, rentan dilupakan
ia bisa jadi pencipta kebosanan, pecinta kesunyian, rentan tergantikan
ia yang belum pantas menjadi segala yang bagimu sudah jelas
—Ia, Judul Puisi Ini, 2017