Saturday, May 27, 2017

0409

dalam berbagai kesempatan, ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kembali kita rasakan

seperti makanan warung di kota asing yang tak pernah kau ingat alamatnya

perbincangan orang-orang menyenangkan di dalam angkot di suatu perjalanan

bahkan buku-buku yang hanya sekilas dibaca di rak yang paling enggan untuk dijamah

sekalinya ia makanan warung, perbincangan dan buku-buku itu. ia sesuatu yang tak akan pernah terulang

membuktikan bahwa segala yg sudah pernah dilalui, rentan dilupakan

ia bisa jadi pencipta kebosanan, pecinta kesunyian, rentan tergantikan

berlalu bukan berarti tak mampu, tapi ia, yang belum cukup kuat menjadi sebab bagi pulangmu

ia yang belum pantas menjadi segala yang bagimu sudah jelas

Ia, Judul Puisi Ini, 2017

Thursday, May 25, 2017

0328

jiwa kanak-kanak beserta masanya akan selalu tumbuh dalam ruang yang kau anggap paling dewasa, begitu juga beberapa pemikiranmu yang katamu sudah sangat matang, malah lupa belum kau rajang dan kau rebus. apakabar doa-doa yang katanya selalu kau panjatkan ketika kau bersyukur dan di detik bersamaan kau juga mengeluh tentang bagaimana kehidupan tidak memberimu sedikit keadilan. atau keegoisan serta keras kepala yang hanya kedok ketika kau memilih untuk mengubah panutan serta prinsip mu sendiri setiap harinya. kebahagiaanmu tidak memiliki ukuran, baik, sudah bagus, tapi semua masih diukur dengan satu sudut pandang. istirahat sejenak setelah memenangkan sesuatu, artinya tau diri. tetap berambisi setelah memenangkan sesuatu, artinya tidak tau diri. genggamanmu kuat, mengenggam sesuatu yang sudah pasti tidak ada. keputusasaan yang putus asa dianggap sebagai ketidakberhasilan, serta keberhasilan yang tidak pernah berhasil menggapai dirinya sendiri. mereka lelah, ingin diistirahatkan, di dalam jiwa yang mengaku sebagai tempat paling sepi di dunia ini, padahal ia sedang sibuk-sibuknya berkelana mencari jati diri

Tawanan Diri Sendiri, 2017

Saturday, May 6, 2017

0130

pada telinga yang tersumbat oleh pria-pria pecinta puisi, mereka basi penuh ilusi

pada lalu lalang kendaraan bulan agustus, bulan sabit, bulan leo, bulan bukan kekasih

pada matahari pukul 9 pagi dan buku-buku circa 1950 diatas mobil dengan kecepatan paling lambat

pada sepasang tangan yang ada di dagu, pabrik dimana senyum paling manis diproduksi

pada kemeja merah jambu dan rambut sebahu, tidak tahu malu

pada menteri propaganda dan seorang analisis reformasi

pada kita yang sedang mendiskusikan kita yang tak akan pernah menjadi kita

—Pada Kita, 2017

Friday, May 5, 2017

0120

(1)
kepada waktu yg mengajarkan
apa itu jarak dan pengalaman
aku mengaku kalah telak
atas apa-apa yg kamu ketahui
dan apa-apa yg belum aku ketahui
kamu yang telah mengubahnya
menjadi sekarang dan segalanya
aku yang hanya melihatnya
sebagai segalanya dan sekarang

(2)
kepada beberapa batas
aku mengenal detik ku
sebagai satuan terkecil
yang pernah kau temukan
dan selalu kau lewatkan
meski begitu, tetap saja
tiap satu detik berpapasan
bertambah satu lagi
menit-menit berkesempatan

Kepada Sepasang Waktu, 2017