kelancanganku di setiap pertemuan membuat mulutmu selalu terkatup
katamu aku manusia paling menyedihkan di muka bumi ini
padahal bumi ini tak lain adalah lambang dari kesedihan-kesedihan itu
masih kah kau memperjuangkan hak-hak yang setiap orang lain berhak
menanggung kewajiban yang hanya ingkar lalu menjadi beban-beban
sekali lagi, aku ingin mendengarmu berbicara. mengenai perempuan-perempuan desa yg tak kau tau namanya
tidak berdua, seperti biasanya. tetapi di hadapan awam yg pandai berbahasa
hanya ini caraku menggapai dirimu yang selalu mencetus berbagai gerakan
berjanjilah kepadaku untuk tetap bersuara, meski dilawan ketidakbenaran
—Audiensi, 2017