di masa kini aku melihat diriku terkubur reruntuhan masa lalu di kepala seseorang yang selalu ingin marah
betapa banyak amarah yang berkobar untuk menyulut kobaran lain yang jauh lebih besar
bersemayam di segala yang aku sebut sebagai antara, perantara yang singgah dan pernah singgah
pertanyaan yang kian nyata seperti memelihara anak kecil di sudut jiwa yang aku anggap paling dewasa
adakah ketersediaan ku untuk kembali padanya kesekian kali lalu melepaskan mata mu yang mampu menyanyat nurani
—Interpolasi, 2017