apakah ia akan tenggelam seperti jingga yg ditelan hitam?
apa kau tidak bertanya kabarku esok pagi?
apakah ia masih ada untuk menghangatkan ruanganmu?
semua yang belum kau tegaskan masih menjadi tanya paling misteri di hidupku. juga singgahmu yang kadang dan hanya sementara.
aku melepasmu, laksana burung yang sayap2 nya patah.
kesembuhan dan kejayaanmu yang paling aku aminkan.
bukan kehadiran atau aku rindu kamu yang biasanya kau ucapkan.
—Keterbatasan Adamu, 2017