•
malam ini aku merenungisabda seorang ayah yg luar biasa
katanya, aku harus mendengar adzan
yang dilantunkan pada shubuh tadi
atau mengucap amin di deret makmum
•
ini. mengapa
setiap aku bangun di petangku
aku tak pernah siap dan yakin
atau nama mu yg tak mampir
di balik kedua telapak tanganku
•
ternyata ayah tak mengizinkan,
setidaknya.
bertambah satu lagi alasan
untuk sekedar menguatkanku
atau, lalu diam-diam melepasmu
•
pertanyaan ini terus aku ulang,
bagaimana bisa aku yakin
terhadap seseorang—
yg tak memiliki keyakinan?
bagaimana bisa?
—Nasihat Ayah, 2017
No comments:
Post a Comment