kemari, dan mari melupakan
waktu yang lalu telah berlaluada peran yang tetap dipertahankan
tentang siapa yang lebih tegar
ketika dihajar hujan habis-habisan
surabaya atau pundakmu ?
meski kehadiranmu kupersilahkan
kau tetap jatuh bersimpuh rindu
terlelap lelah kemudian menyerah
mengisyaratkan permohonan ampun
ku putuskan menyisakan kepergianku
jawaban mutlak atas kekalahanmu
—Noveau Depārt, 2017
No comments:
Post a Comment