ia memilih berlari bersama hangat ruang
meleburkan diri bersama senyum tadi
susah payah reinkarnasi setengah mati
ia bungkam menatap kebisuan
lagi lagi puisi jadi persinggahan
apa apa yang pernah dialami sekali
ia amini untuk tak pernah terjadi lagi
meski sempat dan selalu berpeluang
ia hanya diam di tempat berulang-ulang
—Inquiēt, 2017
No comments:
Post a Comment