Puisi yg telah tiada
Yang sengaja disimpan
Sebagai penutup surat
Diluar kubah dia berdiri
Menunggu seorang teman
Yang hendak dijumpa
Sebelum di perantauan
Gadis itu datang bersama rindu
Menyapa tak tau malu
Mengukir senyum lama
Diantara dua insan itu
Semua masih tetap sama
Pershabatan yg tak roboh
Meski dihujam jutaan sentuh cinta
Yg hampir saja melunturkan segala
Sampai kapan seperti ini
Rasa yg disimpan entah dimana
Kapan tercium aromanya
Tak ada yg tau bukan
—Pertemuan siang tadi, 2015
No comments:
Post a Comment