Thursday, October 8, 2015

Aku bukan angin yg membuatmu jatuh

Kamu tahu mengapa daun yg jatuh tak pernah membenci angin? Karena daun ikhlas. 

Daun adalah sebuah konteks kehidupan yg bersifat sementara lalu bereinkarnasi, beda dengan angin yg selalu ada entah berapapun tekanan nya tetapi dia ada meski tak tampak, begitu juga dengan pohon yg tetap tumbuh setelah dipangkas terus menerus.

Daun yg jatuh tak pernah merasa sedih, dia bahagia ketika dia tanggal dari rantingnya, karena dengan begitu dia akan lahir kembali sebagai sebuah kehidupan yg baru di ranting lain atau mungkin masih tetap di ranting yg sama. 

Angin hanya melakukan tugasnya
Angin hanya berhembus seperti biasa

Tak sopan rasanya ketika kita membenci angin hanya karena mereka menerbangkan daun dari rantingnya. 

Tapi apakah kamu paham betul bagaimana proses melahirkan dan menumbuhkan sesuatu yg baru di hidup kita?

Apakah kamu tahu bagaimana perasaan pohon ketika ia kehilangan sehelai daun nya?

Ketika kamu sibuk terjatuh menghadap bumi ada pohon yg selalu menggenggammu dengan erat

Kamu sempurna daun
Sangat sempurna!

Hijau
Tanpa cela
Tanpa getah

Tapi kamu selalu merasa tidak cukup
Kamu selalu ingin terbang
Lalu aku sudah tidak sanggup untuk menahanmu lebih lama

Pohon sekarat, daun!

Ia sekarat seakan satu dari seribu nyawanya lenyap

Satu memang tak berarti besar
Tapi apalah arti seribu bila tak ada satu

Daun, pohon sadar kamu hanyalah sebagai fase kehidupan nya. Kamu tidak lebih dari 1 hari sepanjang 1 abad umurnya. 

Kamu hanya sebuah kebetulan bukan kebenaran. 








No comments:

Post a Comment