yang terakhir,
yang aku tujukan untuk kamu,
pengecut yg membuatku jatuh
dalam —Siapa namamu?
di 02.23
mari kita sambung
percakapan yang belum rampung
kataku;
aku hanya ingin enyah, tanpa permisi
monolog
hari ini, beberapa hari setelah aku enyah
entah, aku malah jadi mengerti,
jika sebenarnya kamu sudah mengerti
jauh sebelum aku ingin enyah
kamu mengerti kan?
apa pura-pura tak mengerti lagi?
...
perihal cinta, itu basi
aku ingin bertanya sekali
siapa yg kamu bohongi dalam peran ini?
aku atau diri sendiri?
...
perihal hujan, kamu sengaja
padahal kamu bisa saja beranjak
tanpa meninggalkan lagu sedih
karena jujur, aku tak ingin kamu lagi
...
tapi kembalikan apa-apa
yg sempat menjadi milikku
kembalikan semuanya;
malam-malamku, sujudku
dan semua orang-orang
yang pernah kamu rebut kesempatannya
...
ini kah yang kamu sebut penyelesaian
ketika kita pernah berpapasan
dan tak saling mengenali lagi
ini kah yang kamu banggakan
rasa sungkan dan takut menyakiti
...
kamu dan aku akan terus seperti ini
tak mampu menghadapi, memilih pergi
epilog
persetan aku tak butuh akhir
pada prolog semua berakhir
apabila mengatai adalah karmaku
tak sudi aku jatuh cinta di lain waktu
— , 2017
No comments:
Post a Comment