.
lihat sungai itu, ranting cempaka menjatuhkan diri terhilir ke muara
pada sore-sore sekali, merpati enggan pulang, terbang rendah tanpa suara
satu ingatan tentang musim kuning, daun rentan kecoklatan, hati beku membiru
pulang.. pulang.. aku ingin pulang di dekap jantungmu yg tak henti berkobar
..
menangis aku di persimpangan waktu, tersedak alibi yg sedikit murahan
kekosongan hebat bagai memborbardir sejuta tanda tanya tanpa jawaban
kerap meninggalkan seorang wanita yg tak mampu kau miliki, karena—
meski tak pernah berkesempatan, kebahagianmu selalu aku semogakan
...
pada bulan paling april;
terjadi jatuh hati paling kemarau
dan patah hati paling hujan.
—Pada Suatu Musim, 2017
No comments:
Post a Comment