semuanya bak badai kadaluarsa
karena dulu aku pernah terbawa
oleh pusaran masuk sebuah kesengsaraan
jauh sebelum kebahagiaan ini ada
kemudian aku berdiri di titik jauh
menangkap kejadian pada satu kali lensa
aku menari di atas degup paling gelisah
berputar, mengecup peluh realita
dengan memeluk setiap ombak yg bermuslihat
aku dapat membuka semua ketidakmungkinan
serta mengubur bayangmu dalam bayang senja
kedatanganmu, kamuflase paling menyakitkan
-Badai Kadaluarsa, 2017
No comments:
Post a Comment