Saturday, November 21, 2015

2303

sebuah dini hari yg diselimuti sore
berteduhkan senandung 
yang memayungi sebuah dialog

hiruk pikuk bumi
membuat langit tenang
namun keduanya berkecamuk
dalam semestanya masing-masing

alunan itu mengantar semesta
menjadi lupa lalu ingat
kalau mereka memang berbeda

susah payah ditahannya!
langit runtuh juga, ia berisik
diamlah bumi, ia terusik

lalu semesta bersatu
bercakap bak kompas rusak
salah arah!

sorotan lampu
lalu menyadarkan
semesta yg ingin saling memejam

tapi

biarlah semesta saling menatap,
untuk beberapa tahun cahaya

langit dan bumi yg selalu berpisah
tapi tak pernah terpisahkan

—Sore Aurora, 2015



No comments:

Post a Comment