setiap malam yg kupejam
hanya tuk menabur doa
dalam bibir yg basah
tetapi kulit yg kering
meringkuk di balik kesunyian gigil
yg lalu kueratkan ikatan ini
bersama dengan Tuhan
aku kagum
dengan kuasaNya
kuagungkan namamu,
selalu
disetiap aku menghadapNya
biarlah hawa yang merasa,
dan
dinding yg mendengar
jutaan doa yg tak pernah menjadi sia
meski aku hanya berharap
untuk selalu seperti ini
dalam dingin dan gelap
namun terus cinta yg bergelora
—tetaplah, 2015
No comments:
Post a Comment