Wednesday, November 18, 2015

2341

malam itu,
setiap malam yg kupejam
hanya tuk menabur doa
dalam bibir yg basah
tetapi kulit yg kering

meringkuk di balik kesunyian gigil
yg lalu kueratkan ikatan ini
bersama dengan Tuhan

aku kagum 
dengan kuasaNya
kuagungkan namamu,
selalu
disetiap aku menghadapNya

biarlah hawa yang merasa,
dan
dinding yg mendengar

jutaan doa yg tak pernah menjadi sia
meski aku hanya berharap
untuk selalu seperti ini
dalam dingin dan gelap
namun terus cinta yg bergelora

—tetaplah, 2015


No comments:

Post a Comment